Sejenak Mengenal Skinner
Burrhus Frederic Skineer (1904-1990). Burrhus Frederic Skinner lahir 20 Maret 1904, di kota kecil Pennsylvania Susquehanna. Ayahnya adalah seorang pengacara, dan ibunya adalah ibu rumah tangga yang cerdas dan kuat. Skinner mengadakan pendekatan behavioristik untuk menerangkan tingkah laku. Pada tahun 1938, Skinner menerbitkan bukunya yang berjudul The Behavior of Organism. Buku itu menjadi inspirasi diadakannya konferensi tahunan“ The Experimental an Analysis” yang dimulai tahun 1946. Hasil konferensi dimuat dalam jurnal berjudul Journal of the Experimental Behavior yang disponsori oleh Asosiasi Psikologi di Amerika (Sahakian, 1970).
Dalam perkembangan psikologi belajar, ia mengemukakan teori operant conditioning. Teori ini menjelaskan bahwa seseorang dapat mengontrol tingkah laku organisme melalui pemberian reinforcement yang bijaksana dalam lingkungan relatif besar. Menajemen Kelas menurut Skinner adalah berupa usaha untuk memodifikasi perilaku antara lain dengan proses penguatan yaitu memberi penghargaan pada perilaku yang diinginkan dan tidak memberi imbalan apapun pada perilaku yanag tidak tepat. Operant Conditioning adalah suatu proses perilaku operant ( penguatan positif atau negatif) yang dapat mengakibatkan perilaku tersebut dapat berulang kembali atau menghilang sesuai dengan keinginan.
Skinner menempuh pendidikan dalam bidang Bahasa Inggris dari Hamilton Collage. Beberapa tahun kemudian, Skinner menempuh studi dalam bidang Psikologi di Universitas Harvard. Pada Tahun 1936, ia mengajar di Universitas Minnesota dan pada tahun 1948, ia mengajar di Universitas Harvard sampai akhir hayatnya. Salah satu buku terbaik dalam bidang psikologi yang ditulisnya adalah Walden II.
Eksperimen Skinner Terhadap Tikus
Skinner membuat sebuah kotak dalam eksperimennya tentang operant conditioning maka kotak tersebut terkenal dengan nama “Skinner box”. Kotak tersebut terdiri dari ruangan yang didalamnya terdapat tombol, tempat makanan, lampu yang dapat diatur nyalanya, dan lantai yang terdiri dari jeruji besi yang dapat dialiri listrik. Tempat makanan dan minuman diatur, bila tombol tertekan, makanan dapat jatuh di tempat makanan.
Tikus lapar dimasukkan ke dalam Skinner Box, dan di dalam kotak itu diletakkan sebuah tombol. Tikus akan mengamati isi kotak tersebut untuk beberapa saat. Tikus akan bergerak ke sana kemari dan sesekali secara kebetulan ia akan menginjak sebuah alat penekan yang terdapat dalam kotak itu. Jika alat itu ditekan maka dia akan memperoleh makanan. Perbuatan menekan alat ini disebut tingkah laku operant, karena tikus itu sengaja melakukannya untuk mengubah situasi (dari tidak ada makanan kepada ada makanan) untuk kepuasan dirinya sendiri. Maka dengan sengaja ia akan menekan alat tersebut jika ia membutuhkan makanan.
Tikus akan diberi makanan apabila menekan alat penekan pada saat lampu dalam kotak menyala . Kalau lampu sedang tidak meyala, maka walaupun alat ditekan, makanan tidak akan keluar . tikus hanya akan menekan alat kalau lampu sedang menyala . Tikus sekarang dapat membedakan bila ia boleh menekan alat dan bila ia tidak perlu menekan alat. Lampu sekarang menjadi stimulus diskriminasi.
Unsur terpenting dalam belajar adalah PENGUATAN. Maksudnya pengetahuan yang terbentuk melalui ikatan stimulus respon akan semakin kuat bila diberi penguatan. Skinner membagi penguatan ini menjadi dua yaitu penguatan positif dan penguatan negatif. Bentuk-bentuk penguatan positif berupa hadiah, perilaku, atau penghargaan. Bentuk -bentuk penguatan negatif antara lain menunda atau tidak memberi penghargaan, memberikan tugas tambahan atau menunjukkan perilaku tidak senang.
Daftar Pustaka
Ahmad Nur Wahidin | Nur Indah Nalaratih | Shofi Muslimah From http://thohir.sunan-ampel.ac.id/2012/05/12/aplikasi-experimen-b-f-skinner/ , 20 September 2013

0 comments:
Post a Comment